Monday, April 15, 2013

BELAJAR DARI CONTOH SOAL

Salah satu permainan yang disukai anak-anak adalah merakit mainan pesawat. Saat membuka kotak mainan baru sebenarnya yang tampak pertama adalah buku petunjuk,  tetapi biasanya anak-anak mengabaikannya.  Pikir  mereka, tidak perlu mengikuti buku petunjuk, mereka sudah tahu pasti bagaimana merakit bagian demi bagian dari mainan tersebut.  Namun ketika telah merekatkan beberapa bagian dengan lem, baru disadari bahwa ada bagian kecil yang terlewatkan, misalnya lupa menaruh pilot di ruang kokpitnya.

Di Kumon, siswa dibimbing untuk belajar melalui contoh soal. Tetapi terkadang anak-anak mengabaikannya dan langsung mengerjakan latihan tanpa membaca dan memahami contoh soal terlebih dahulu, sampai kemudian menyadari bahwa ada yang tidak dipahaminya pada langkah hitungannya. Saat itu biasanya mereka akan datang pada pembimbing atau asisten untuk bertanya.  Bila itu terjadi, kami akan bertanya apakah ia sudah membaca contoh soalnya?  Kemudian membimbingnya melalui contoh soal,  supaya siswa mengerti dengan sendiri penyelesaian untuk soal yang ditanyakannya.  Langkah ini menjadi hal penting di Kumon, karena melatih anak-anak menemukan solusi dengan menelaah soalnya. Dengan bimbingan seperti ini, diharapkan anak-anak mempunyai kemampuan belajar mandiri.

Setiap langkah, urutan bahan pelajaran di Kumon disusun sedemikian rupa sehingga kita tidak melewatkan hal-hal yang terlihat sepele yang berdampak tidak baik di level selanjutnya. Berawal dari sikap belajar, cara memegang pensil,kebiasaan belajar setiap hari, sampai kemampuan berhitung yang kuat yang semuanya akan membuat mereka tidak kesulitan saat belajar matematika tingkat lanjut. Sesederhana membaca buku petunjuk saat merakit mainan pesawat, begitulah anak-anak disiapkan menghadapi masa depannya.  Jadi, jangan lupa baca petunjuknya ya !?

Baca Selengkapnya....

Wednesday, March 13, 2013

TEKAD YANG KUAT

Oscar Pistorius, seorang atlet tunadaksa pertama yang berkiprah di Olimpiade. Sejak 2007 ia sudah berniat untuk berlomba di Olimpiade Bejing 2008, namun gagal.  Pada 2011, ia mencatat waktu 45,07 detik untuk lari 400 meter.  Ia pun memperoleh tiket untuk mengikuti Kejuaraan Dunia 2011 dan Olimpiade 2012. Pada 4 Agustus 2012, Oscar, yang kedua kakinya diamputasi, menjadi atlet pertama yang mengenakan kaki palsu dalam pertandingan Olimpiade.  Ia disebut orang Blade Runner  karena kaki palsunya berbentuk bilah melengkung.
Di kelas Kumon anak-anak belajar juga dengan tujuan besar, mencapai level di atas tingkatan kelas.  Salah satu siswa, Khesya, kelas 1 SD, saat ini sudah belajar penjumlahan pecahan (level E).  Tekad  kuat membuatnya bertahan  ketika melewati kesulitan. Pernah satu kali saat mengerjakan perkalian susun di level  C, Khesya membutuhkan waktu hampir 1 jam untuk 5 lembar. Karena program hari itu 10 lembar, ia tetap berusaha menyelesaikan 5 lembar berikutnya, walaupun sudah ditawarkan lembar kerja hari itu dikurangi saja. Saya tahu hal tersebut melelahkannya, tapi melihat semangatnya, hari itu saya mendampinginya sampai selesai. Khesya punya tekad kuat menyelesaikan tugasnya. Kita tidak bisa menduga ternyata ia mempunyai kekuatan besar yang muncul karena tekadnya itu. Saat memberikan materi baru sebagai PR kadang kami kuatir Khesya kesulitan di rumah dan kemudian menjadi tidak semangat.  Ternyata, menurut ibunya, justru Khesya selalu senang dan bangga saat PRnya sesuatu yang baru. Tantangan justru membakar semangatnya ! Siapa sangka, tekad kuat itu hadir pada seorang anak di usia sangat belia.
Seseorang yang bertekad besar untuk mencapai tujuan yang baik sebenarnya sudah meraih separuh kemenangannya. Jangan remehkan tekad dan semangat anak-anak untuk bisa mencapai level lebih tinggi lagi di Kumon…every student beyond grade level ! Ayo, kita mendukungnya…

Baca Selengkapnya....
Kumon Candraloka on Facebook

discuss with student

discuss with student

Class of Kumon Candraloka

Class of Kumon Candraloka