David Doubilet adalah seorang
foto jurnalis (seorang yang menyajikan berita dengan menonjolkan foto-foto).
Dalam hasil pemotretannya terhadap dunia bawah air, makhluk laut yang buruk
rupa dan bermata seperti serangga dapat tampil sebagai karya seni yang indah.
Namun, meski ia mendapatkan banyak penghargaan, ia pernah juga dikritik oleh
para pecinta lingkungan hidup karena tidak melakukan jurnalisme yang mendukung
pelestarian lingkungan. Mereka menginginkan Doubilet memotret ikan yang mati,
pantai yang kotor, dan lautan yang terpolusi. Namun, Doubilet yakin ada cara
yang lebih baik untuk membuat orang
peduli lingkungan. Daripada memperlihatkan kerusakan yang dibuat manusia, ia
memperlihatkan keindahan yang diciptakan Tuhan.
Thursday, April 26, 2012
Kekaguman
Menghadapi banyak macam masalah
dalam mendampingi anak-anak belajar dan menjumpai bahwa mereka sulit memahami pelajarannya, terkadang
membuat kita kehilangan kekaguman pada kemampuannya. Daripada kita memulainya
dengan pandangan negative atas kelemahannya, lebih baik kita mengawali dengan
pujian akan hal yang sudah dipahaminya. Setelah itu kita bisa bersama-sama dengannya
belajar langkah berikutnya untuk menguatkan apa yang masih belum dikuasainya.
Berjalan bersama seperti ini menimbulkan rasa senang sehingga belajar tidak
lagi menjadi beban.
Di Kumon, setiap anak mulai
belajar dari level yang mudah baginya, sehingga terasa menyenangkan. Namun
levelnya akan meningkat dan pasti ada titik tertentu di mana ia menemui
tantangan yang lebih sulit. Pujian menjadi salah satu motivasi untuk anak-anak
mau berusaha mengalahkan kesulitan. Dalam keadaan belajar apapun, pertama-tama
harus mencari sesuatu yang indah dalam prosesnya. Bisa saja seorang siswa hari
itu mengerjakan lembar kerjanya dalam waktu yang cukup lama dan melakukan cukup
banyak kesalahan. Apa yang bisa dipuji dalam kondisi tersebut? Tentu saja ada!
Ia telah berusaha dengan sungguh-sungguh menyelesaikan tugasnya dan tidak
menyerah. Berpatokan pada kekuatannya tersebut, kita bisa mendampinginya untuk
memperbaiki kesalahan hari itu dengan perasaan senang. Bila telah selesai
melakukan pembetulan dan bisa memahami kesalahannya, pujian akan mendorongnya
untuk mau berlatih lagi sampai benar-benar lancar.
Kekaguman pada hal-hal kecil
dalam perjalanan hidup akan mewarnai langkah kita dengan keindahan. Anak-anak
adalah keindahan yang dianugerahkan Tuhan bagi kita orangtua. Bersyukurlah
dengan kehadiran mereka beserta segala macam tingkah polahnya. Itu indah luar
biasa!
Baca Selengkapnya....
Saturday, February 25, 2012
ARAHKAN LAYARMU !
Perhatikan gerak perahu layar di lautan. Mana yang lebih menentukan arah gerakan perahu : arah angin atau arah layar ? Jawabannya : arah layar !
Angin dapat bertiup kencang dari mana saja dan ke mana saja, tetapi perahu dapat berlayar menuju tujuannya. Buktinya, kadang angin bertiup dari arah selatan, namun perahu itu dapat berlayar ke arah barat atau timur. Bahkan, pelaut yang handal dapat berlayar melawan arah angin. Pelaut memang tidak dapat mengubah arah angin, tetapi ia bisa mengubah arah layarnya sehingga dapat membawa perahu itu berlayar menuju ke tempat yang dikehendakinya.
Gambaran ini sangat dekat dengan kehidupan kita sebagai orangtua. Kita tidak dapat mencegah pengaruh lingkungan pada tumbuh kembang anak-anak. Bisa saja lingkungan meniupkan hal-hal yang negatif yang menyebabkan arah bimbingan kita menyimpang dari tujuan semula. Namun kita bisa menaklukkan angin negatif tersebut dengan mengarahkan layar pada pendidikan yang baik sesuai dengan tujuan yang sebenarnya. Mungkin sesekali orangtua harus melawan arah angin tersebut, bila memang pengaruh lingkungan membuat perjalanan kedewasaan anak-anak sepertinya mulai terseret arus yang tidak benar. Melelahkan tentu saja , akan tetapi itulah tugas kita sebagai orangtua. Arahkan perahu kehidupan anak-anak tetap pada tujuan yang baik. Kelak saat dewasa, mereka bisa mengendalikan kehidupannya juga pada tujuan yang mulia seperti yang diajarkan orangtuanya.
Hidup adalah pilihan. Kita dapat memilih dihanyutkan pada angin yang buruk atau kita berusaha mengendalikannya dan mengalahkannya. Arahkan layar pada tujuan yang baik, sehingga kita bisa mengantar perahu kehidupan anak-anak pada kedewasaan yang baik juga.
Baca Selengkapnya....
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kumon Candraloka on Facebook