Tuesday, July 7, 2015

Naik Sepeda



Bila kita akan mengajari anak untuk bisa naik sepeda roda dua, apakah kita akan memintanya mencatat banyak teori tentang naik sepeda? Tentunya tidak! Kita biasanya memilih untuk langsung membawanya ke jalan atau tanah lapang bersama sepedanya. Dengan memegangi sepeda, memintanya untuk langsung naik dan mengayuh, kita memberika beberapa dorongan. Dengan cara inilah ia akan lebih cepat dapat bersepeda.
Di kelas Kumon, cara serupa dilakukan anak-anak. Belajar memahami dengan mengerjakan latihan. Di level-level awal pun soal-soal yang diberikan di lembar kerja sudah mengarahkan mereka berlatih dari contoh yang ada. Semakin meningkat kemampuan, semakin lancar pula mereka mengerjakannya.
Bila diperhatikan di lembar-lembar tertentu ada soal dengan tanda bintang (*) yang biasanya merupakan soal yang sedikit lebih sulit. Membiarkan siswa mencoba mengerjakannya berarti memberikan kesempatan ia berusaha dengan kemampuannya. Dan bila berhasil akan memberikan rasa “aku bisa” (sense of achievement) yang luar biasa.
Kesempatan menunjukkan kemampuannya juga diberikan di beberapa soal materi baru yang penjelasannya dengan contoh soal. Bisa berupa soal dengan jawaban yang perlu ditebalkan (tracing) atau contoh soal dengan jalan hitungan. Diharapkan dengan contoh soal, siswa belajar memahami dengan kemampuannya terlebih dahulu dan tidak takut mencoba menyelesaikannya sendiri. Pengalaman ini sangat berharga bagi anak-anak.
Pembimbing dan asisten di kelas siap membantu saat siswa tidak mengerti, seperti layaknya memegangi sepeda ketika anak-anak belajar bersepeda. Menjaganya agar tidak jatuh, tetapi memberi kesempatan anak mengayuh. Kemudian memberikan pujian bagi keberhasilannya melampaui setiap tahap pelajaran.
 Lebih dari hal itu semua….pengalaman belajar dengan rasa senang akan menular dalam kehidupannya. Setiap kali berhasil mengalahkan kesulitan, akan timbul perasaan tidak mudah menyerah. Jadi…orangtua pun jangan mudah menyerah ya…anak-anak bisa, kita pun bisa!

Baca Selengkapnya....

Sunday, December 1, 2013

LETUPAN MENYENANGKAN DI HARI KELAS

Hari kelas selalu menjadi misteri. Entah apa yg akan terjadi pada hari ini biasanya tidak bisa diduga. Sekalipun kami pembimbing belajar "mental image", tetap saja ada hal tak terduga muncul. Namun sebenarnya "kejutan" itu justru membuat hari kelas menjadi menarik. Suasana hati tidak datar-datar saja. Life is never flat kan? :-)

Sekian lama menjadi pembimbing, serasa menjadi ibu kedua bagi anak-anak di kelas. Herannya, anak-anak yang paling sering bertingkah "menguji kesabaran dan akal" justru menjadi sosok yang paling sering dikangeni. Mereka lah yg sering membuat letupan-letupan di hari kelas. Kadang dengan tingkah menjengkelkan, mereka memaksa aku berpikir siasat untuk meredamnya. Namun di hari kelas berikutnya bisa bertingkah lucu dan inovatif. Anak-anak ini adalah anak-anak yang cerdas, aku sadar itu, tapi butuh diarahkan saja.

Sekarang, tiap mulai hari kelas, aku akan menantikan letupan polah anak-anak. Ngambek, nangis, berebutan stiker...sampai hal-hal unik seperti  waktu yang lalu ada yg membawa lampu belajar sendiri di kelas saat listrik mati.

Letupan-letupan memberi kejutan sekaligus pelajaran bagiku. Letupan bagaimanapun adalah hal yang menyenangkan, karena membuatku semakin pintar :-)

Baca Selengkapnya....
Kumon Candraloka on Facebook

discuss with student

discuss with student

Class of Kumon Candraloka

Class of Kumon Candraloka