Ingatkah kita saat anak-anak masih kecil? Hampir tiap bulan ada jadwal
ke dokter untuk imunisasi. Umumnya imunisasi bisa diberikan saat anak
dalam kondisi sehat dan reaksi setelahnya adalah demam. Tidak
menyenangkan ya!? Anak lagi lucu-lucunya harus disuntik dan esoknya
demam untuk beberapa hari :(
Imunisasi adalah cara pencegahan
penyakit dengan memasukkan virus ke dalam tubuh agar terjadi proses
pembentukan kekebalan. Tanpa tantangan tersebut, tubuh anak justru akan
rentan terhadap virus. Jadi, hal ini memang perlu dilakukan agar tubuh
punya "tentara" yang tangguh saat serangan penyakit datang.
Hampir
sama yang terjadi ketika anak-anak diberikan tantangan menghadapi
kesulitan di kelas Kumon. Ketangguhannya dilatih agar kuat. Kesulitan
tidak hanya materi pelajaran, namun juga berkaitan dengan sikap belajar.
Porsi setiap "tantangan" berbeda pada tiap anak. Sangat disesuaikan
dengan tahap yang sudah dikuasainya, sehingga proses latihan lebih
efektif.
Anak-anak perlu belajar memecahkan masalah, perlu berlatih
mengalahkan kesulitan, apalagi mengalahlan rasa bosan...karena kita
sebagai orangtua tahu bahwa mereka kelak harus mandiri menghadapi masa
depannya.
Jadi, tetap bersemangat menjadi motivator anak-anak untuk
terus maju dan setia mendampingi mereka ketika melewati kesulitan.
Never
give up, Mom ! :)
Thursday, November 28, 2013
"IMUNISASI"
Monday, April 15, 2013
BELAJAR DARI CONTOH SOAL
Salah satu permainan yang disukai
anak-anak adalah merakit mainan pesawat. Saat membuka kotak mainan baru
sebenarnya yang tampak pertama adalah buku petunjuk, tetapi biasanya anak-anak mengabaikannya. Pikir
mereka, tidak perlu mengikuti buku petunjuk, mereka sudah tahu pasti
bagaimana merakit bagian demi bagian dari mainan tersebut. Namun ketika telah merekatkan beberapa bagian
dengan lem, baru disadari bahwa ada bagian kecil yang terlewatkan, misalnya
lupa menaruh pilot di ruang kokpitnya.
Di Kumon, siswa dibimbing untuk
belajar melalui contoh soal. Tetapi terkadang anak-anak mengabaikannya dan
langsung mengerjakan latihan tanpa membaca dan memahami contoh soal terlebih
dahulu, sampai kemudian menyadari bahwa ada yang tidak dipahaminya pada langkah
hitungannya. Saat itu biasanya mereka akan datang pada pembimbing atau asisten
untuk bertanya. Bila itu terjadi, kami
akan bertanya apakah ia sudah membaca contoh soalnya? Kemudian membimbingnya melalui contoh
soal, supaya siswa mengerti dengan
sendiri penyelesaian untuk soal yang ditanyakannya. Langkah ini menjadi hal penting di Kumon,
karena melatih anak-anak menemukan solusi dengan menelaah soalnya. Dengan
bimbingan seperti ini, diharapkan anak-anak mempunyai kemampuan belajar
mandiri.
Setiap langkah, urutan bahan
pelajaran di Kumon disusun sedemikian rupa sehingga kita tidak melewatkan
hal-hal yang terlihat sepele yang berdampak tidak baik di level selanjutnya.
Berawal dari sikap belajar, cara memegang pensil,kebiasaan belajar setiap hari,
sampai kemampuan berhitung yang kuat yang semuanya akan membuat mereka tidak
kesulitan saat belajar matematika tingkat lanjut. Sesederhana membaca buku
petunjuk saat merakit mainan pesawat, begitulah anak-anak disiapkan menghadapi
masa depannya. Jadi, jangan lupa baca
petunjuknya ya !?
Baca Selengkapnya....
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kumon Candraloka on Facebook